div align="left" style="text-align: center; width: 250px;">
images.coolspacetricks.com images.coolspacetricks.com images.coolspacetricks.com images.coolspacetricks.com Percakapan Obrolan Berakhir

Sabtu, 22 September 2012

Korelasi antara disiplin dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam

PROPOSAL A. Latar Belakang Masalah Kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil yang optimal jika ada kerjasama antara guru dan siswa. Selain itu juga harus ada adanya kesadaran siswa akan pentingnya belajar. Kesadaran dalam belajar bisa diwujudkan dengan disiplin dan motivasi dalam belajar. Disiplin merupakan titik pusat dalam pendidikan, tanpa disiplin tidak akan ada kesepakatan antara guru dan siswa yang akan mengakibatkan prestasi yang akan dicapai kurang optimal. Dengan kesadaran yang tinggi dalam belajar, seorang siswa dapat ditumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap pentingnya belajar, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuannnya dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan belajar, dan membantu untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Disiplin merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi orang-orang yang ingin mencapai suatu cita-cita. Orang yang terbiasa disiplin akan mempunyai program harian dan aturan, dan dia berkomitmen terhadap program yang telah dia buat tersebut. Jika belum terbiasa, tentu disiplin ini akan terasa berat, karena itulah disiplin ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan butuh proses yang cukup panjang serta perjuangan yang gigih. Terlebih lagi dalam menanamkan sikap disiplin pada anak, seperti disiplin dalam meraih cita-cita, disiplin dalam ibadah, disiplin dalam belajar maupun disiplin dalam amalan sehari-hari. Pelangaran disiplin baik yang bersifat individual seperti: tingkahlaku menarik perhatian orang lain, tingkah laku untuk menguasai orang lain, prilaku untuk membalas dendam dan lain-lain, maupun pelangaran displin yang bersifat kelompok seperti; kelas kurang kohesif (Akrab), kesebalan terhadap norma-norma yang telah disepakati, kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang baru dan sebaginya, kesemuanya itu akan menghambat dalam proses belajar mengajar yang pada akirnya akan menurunkan prestasi siswa. Pengajaran yang efektif ditandai oleh berlangsungnya proses belajar. Proses belajar dapat dikatakan berlangsung apabila seseorang sekarang mengetahui atau melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak diketahu atau tidak di lakukan olehnya. Jadi hasil belajar akan terlihat dengan adanya tingkahlaku baru dalam tingkat pengetahuan berfikir atau kemampuan jasmaniyah. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas perolehan pembelajaran siswa. Namun diantara factor-faktor rohaniah siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu antara lain adalah motivasi siswa. Motivasi muncul karena adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan. Abraham Maslow mengemukakakan teorinya mengenai kebutuhan manusia dari peringkat terbawah sampai yang tertinggi. Kebutuhan-kebutuhan itu terdiri dari kebutuhan fisiologis (seperti makan, minum), kebutuhan akan rasa aman tentram, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dihargai dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, kebutuhan untuk berprestasi merupakan kebutuhan manusia pada peringkat yang tertinggi. Dalam prespektif kognitif, motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi intrinsik karena lebih murni dan langeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Dorongan mencapai prestasi dan dorongan memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk masa depan, umpamanya, memberi pengaruh lebih kuat dan relatif lebih langgeng di banding dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orang tua dan guru. Berdasarkan uraian pendapat tentang kedisiplinan dan motivasi belajar tersebut di atas maka peneliti bersesimpulan bahwa disiplin dan motivasi belajar dapat mempengaruhi prestasi belajar, sehingga peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dalam sebuah skripsi yang berjudul: Korelasi antara disiplin dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012, dengan harapan supaya masing-masing unsur pendidikan baik dari pihak sekolah, guru dan siswa dapat menerapkan kedisiplinan, memotifasi siswa serta memanfaatkan, menata, mengkondisikan suasana lingkungan sekolah secara optimal. B. Penegasan Istilah Untuk menghindari kesalahpahaman, maka penulis memberikan interpretasi terhadap judul di atas sebagai berikut: 1. Korelasi adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa variabel . 2. Disiplin Kedisiplinan menurut Sulchan Yasin ialah sikap patuh, tepat waktu dan taat perintah. 3. Motivasi Belajar Motivasi ialah suatu kekuatan (power), tenaga (forces) atau daya (energy). Belajar menurut Mustaqim ialah perubahan tingkah laku yang relatif tetap yang terjadi karena latihan dan pengalaman. Sehingga dapat disimpulkan Motivasi belajar ialah suatu kekuatan atau tenaga atau daya dalam merubah tingkah laku dengan menjalani latihan dan pengalaman. 4. Prestasi belajar PAI Prestasi menurut Rustiyah NK ialah hasil yang telah dicapai dari usaha yang telah dilakukan. Pendidikan Agama Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam itui sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan Prestasi belajar PAI ialah hasil yang telah dicapai dari usaha yang telah dilakukan dalam belajar agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam itui sebagai suatu pandangan hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat kelak. 5. Siswa Siswa adalah seseorang yang sedang menempuh ilmu sedalam mungkin meskipun rela maupun tidak rela mengeluarkan biaya, segala jerih payah,dll. agar mencapai masa depan yang cerah Dari beberapa definisi diatas dapat peneliti simpulkan yang dimaksud dengan judul Korelasi Antara Disiplin Dan motivasi belajar adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan apakah ada hubungan antara sikap patuh dan suatu kekuatan (power) atau tenaga (forces) dengan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan dan menghasilkan suatu nilai pelajaran PAI yang berupa angka yang diberikan oleh guru kepada siswanya. C. Rumusan Masalah Berdasarkan penegasan istilah tersebut, maka dapat dirumuskan penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagaimana disiplin belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012? 2. Bagaimana Motivasi Belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012? 3. Bagaimana prestasi belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012? 4. Adakah korelasi antara disiplin dan Motivasi Belajar PAI dengan prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012? D. Tujuan Penelitian. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk menguraikan kedisiplinan belajar siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012 2. Untuk memahami Motivasi Belajar siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012 3. Untuk mendiskripsikan prestasi belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012 4. Untuk mengetahui korelasi antara disiplin dan Motivasi Belajar dengan prestasi belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012 E. Manfaat Penelitian Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis a. Dapat menguraikan disiplin belajar siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012 b. Dapat memahami Motivasi belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012 c. Dapat mendiskripsikan prestasi belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012 d. Dapat mengetahui korelasi antara disiplin dan Motivasi Belajar dengan prestasi belajar PAI siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Ribkhul Ulum Kedung Mutih Kec. Wedung Kab. Demak Tahun Pelajaran 2011/2012 2. Manfaat Praktis a. Bahwa hasil penelitian ini dapat diharapkan mampu memberikan teoritis berupa penyajian informasi lebih ilmiah bagi pengembangan ilmu pembelajaran terutama yang berkaitan dengan kedisiplinan belajar dan Motivasi belajar. b. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi psikologi pendidikan, memperkaya hasil penelitian yang telah ada dan dapat memberi gambaran mengenai korelasi antara kedisiplinan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar PAI. c. Untuk menambah khazanah keilmuan dibidang Psikologi Islami dan Bimbingan Konseling (BK). d. Untuk menambah perbendaharaan perpustakaan INISNU Jepara. F. Kajian Pustaka Fungsi dari kajian pustaka adalah untuk mengemukakan teori dari buku-buku yang sesuai dengan judul penelitian. Dari penelitian yang telah dilakukan sejauh ini, dan telah peneliti ketahui adalah: 1. Menurut Mulyasa disiplin adalah suatu keadaan tertib dimana orang-orang yang bergabung dalam suatu sistem tunduk pada peraturan yang ada dengan senang hati. Disiplin belajar merupakan suatu kondisi yang sangat penting dan menentukan keberhasilan seorang siswa dalam proses belajarnya. Istilah disiplin berasal dari bahasa latin “Disciplina“ yang menunjuk pada kegiatan belajar mengajar. Istilah tersebut sangat dekat dengan istilah dalam bahasa inggris “ Disciple “ yang berarti mengikuti orang untuk belajar dibawah pengawasan seorang pemimpin. Dalam kegiatan belajar tersebut, bawahan dilatih untuk patuh dan taat pada peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemimpin. Siswa yang disiplin akan menunjukkan ketaatan dan keteraturan terhadap perannya sebagai seorang pelajar yaitu belajar secara teratur dan terarah. Dengan demikian siswa yang berdisiplin akan lebih mampu mengarahkan dan mengendalikan perilakunya. Dengan disiplin belajar siswa diharapkan memperoleh prestasi yang maksimal. Dalam www.http//slametakuwan. com, menyebutkan Disiplin adalah kepatuhan mentaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh seseorang dengan konsisten dan konsekuen. Siswa yang disiplin akan menunjukkan ketaatan dan keteraturan terhadap perannya sebagai seorang pelajar yaitu belajar secara teratur dan terarah. ) Dengan demikian siswa yang berdisiplin akan lebih mampu mengarahkan dan mengendalikan perilakunya. Dengan disiplin belajar siswa diharapkan memperoleh prestasi yang maksimal. 2. Proses belajar mengajar adalah suatu proses yang dengan sengaja untuk kepentingan anak didik. Agar anak didik senang bergairah belajar, guru berusaha menyediakan lingkungan yang kondusif dengan memanfaatkan potensi kelas yang ada. Untuk memotivasi siswa, karena motivasi merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi seorang siswa. Apalah artinya seorang anak didik pergi ke sekolah tanpa motivasi untuk belajar hanya untuk bermain-main. Untuk itu guru perlu mengambil langka-langka yang dapat menimbulkan motivasi untuk belajar bagi anak didiknya. Ada enam hal yang dapat di kerjakan oleh guru untuk memotivasi anak didiknya: a. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar